Gereja Theresia

Renungan Pagi Senin, 09 Januari 2017

Renungan

Renungan Pagi Senin, 09 Januari 2017

renunganpagi.blogspot.com

Renungan

Sebelum tampil di depan umum, Yesus pergi ke Sungai Yordan. Ia pergi ke tempat di mana air mengalir setiap saat dari hulu ke hilir. Yesus masuk ke Sungai Yordan, membiarkan diri-Nya dibasahi air sungai itu. Ia menceburkan diri-Nya ke dalam aliran air yang tak pernah diam dan senantiasa berubah.

Jika Anda mau tampil di depan umum, Anda harus berani masuk ke dalam arus zaman yang terus bergerak dan berubah. Tindakan ini menjadi ritus simbolis dan bermakna dari pembaptisan. Pembaptisan berarti masuk ke dalam arus zaman. Tampil di depan umum berarti berani untuk menjumpai arus dan “dibaptis” oleh situasi yang baru. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki keberanian untuk menceburkan diri ke dalam aliran sungai peradaban manusia.

Menarik bahwa sesudah keluar dari air, “pada waktu itu juga langit terbuka, dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.” (Mat 3:16). Sesuatu yang misteri atau terselubung disingkap sesudah peristiwa pembaptisan. Yesus tidak melihat kembali ke Sungai Yordan, tetapi Ia melihat ke langit. Pembaptisan menjadi inisiasi untuk melemparkan pandangan menembus tirai langit. Pembaptisan membawa manusia untuk mengalami peristiwa ilahi. Bukan hanya Yesus yang turun ke Sungai Yordan, tetapi Allah juga turun dari balik langit dan mendatangi dunia manusia. Yesus menjadi Pengantara sejati antara Allah dan manusia, langit dan bumi. Yesus tidak hanya mendengar suara Yohanes Pembaptis yang bertanya-tanya mengapa bukan dia yang seharusnya dibaptis tetapi juga menjadi pendengar dari suara Allah yang bersabda, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

“Inilah Anak yang Kukasihi,” demikian Suara Langit itu terdengar secara verbal. Kata-kata ini bukan hanya sekadar berarti kasih sayang pada tingkat perasaan antara Allah dan Yesus melainkan memiliki makna yang lebih kaya bila kita mengaitkannya dengan teks Yes 42:1-4,6-7 (bacaan pertama). Dengan demikian, Pembaptisan berarti juga menyerahkan diri ke dalam rencana Allah dan dengan sukarela taat melaksanakan kehendak-Nya di dalam hidup ini. Jika kita menghayati pembaptisan kita dalam arti ini, maka kita pun akan menjadi anak-anak yang dikasihi oleh Allah.

Selamat beraktivitas di hari Senin ini. Tuhan memberkati.


Comments

comments