Gereja Theresia

Renungan Pagi Sabtu, 12 Agustus 2017

Renungan

Renungan Pagi Sabtu, 12 Agustus 2017

Romo Fredy Jehadin, SVD

Renungan

Renungan Sabtu 12 Agustus 2017
Oleh : Albertus Joseph Noegroho

Renungan.
Pada zaman ini banyak peristiwa kerasukan dan kesurupan sering terjadi. Anak anak kesurupan, ibu ibu yang tergusur dari tempat jualannya berteriak histeris lalu pingsan seperti kesurupan, kaum demonstran mengguyang goyangkan pagar gedung atau kantor, melempari jendela dan merusak barang barang disekitarnya , seperti kesurupan. Semua gejolak luapan ini seperti orang yang sakit jiwa yang sangat berat. Apa sebenarnya yang tejadi? Para ahli kejiwaan menjelaskan bahwa pada saat tertentu dalam hidup manusia , ada kekosongan batin yang dipadati oleh luapan emosi yang mendadak. Dan kekosongan itu menyimpan daya tarik yang luar biasa hebatnya, yang bisa merusak pribadi manusia dengan tindakan emosional yang tidak terkontrol. Untuk menangkal kekosongan batin ini hanya bisa diisi dengan iman , kasih dan harapan yang dapat menghasilkan daya dan kekuatan yang menyelamatkan dan menyembuhkan.
Itulah yang ditawarkan oleh Yesus kepada kita hari ini sebagai daya batiniah yang menyembuhkan, yakni iman sebesar biji  sesawi sajapun dapat memindahkan gunung. Bagaimana daya batin itu harus dikembangkan?  Dalam Injil hari ini Yesus memberikan jawaban-Nya , yakni dengan doa dan puasa. Doa dan puasa menjadi sarana bagi kita untuk mengolah diri dari agar lebih dekat dengan Allah yang kita imani.  Penegasan Yesus ini perlu kita hidupi terus menerus dalam hidup kita sehari hari agar kita mampu mengontrol diri kita dari emosi yang berlebihan. Sehingga kalau kita bisa mengontrol emosi kita , maka akan banyak orang yang bisa mengalami kasih Tuhan yang menyelamatkan lewat diri kita.

Butir permenungan.
Marilah kita kritis dan waspada terhadap aneka tawaran. Kita mesti memilih apa yang kita perlukan bukan apa yang kita inginkan. Kita ingin makan siang dengan menu gado gado , spagheti , ikan gurami bakar, udang bakar madu, dst. Ya ampun , menu sebanyak itu kan tidak kita perlukan . Dan yang paling perlu dalam hidup rohani adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan, seperti bacaan pertama hari ini. Marilah kita juga membantu saudara saudari sekeluarga , teman teman kantor, sesama siapa saja, agar tidak bingung. Tahu menempatkan prioritas dan nilai, dan yang penting lagi mengasihi Tuhan dan sesama dengan tulus.


Siraman Rohani oleh Rm. Fredy Jehadin, SVD di Seminari Tinggi Bomana, Keuskupan Agung Port Moresby,

Comments

comments