Gereja Theresia

Renungan Pagi Minggu, 13 Agustus 2017

Renungan

Renungan Pagi Minggu, 13 Agustus 2017

Romo Fredy Jehadin, SVD

Renungan

Renungan Minggu 13 Agustus 2017
Oleh : Albertus Joseph Noegroho

Hari ini kita merayakan Maria diangkat ke Surga, sebuah perayaan iman yang kerap memunculkan beragam pertanyaan khususnya dari mereka yang bukan Katolik. Dogma Maria diangkat ke Surga adalah sebuah ajaran Gereja yang hendak memperlihatkan betapa besar rahmat yang diberikan oleh Allah kepada Maria yang beriman secara luar biasa kepada Allah. Seperti Yesus yang naik ke Surga setelah menyelamatkan umat manusia lewat salib dan kematiannya, demikian juga Gereja mengimani bahwa Maria diangkat oleh Allah ke Surga karena telah taat dalam mengemban tugas ilahi. Keyakinan ini bukan sebuah ajaran iman dadakan, sebaliknya sudah ada sejak zaman awal Gereja muncul. Bapa –bapa Gereja telah menuliskan hal tersebut dengan sangat indah dan kita dapat membacanya dari literatur sejarah Gereja.Satu hal penting yang dapat kita petik dari ajaran iman ini adalah bahwa Maria adalah wanita istimewa. Dia telah dipersiapkan oleh Bapa dan ditebus oleh Putra sejak dalam kandungannya. Rahmat tersebut diberikan oleh Allah mengingat misi yang akan diembannya yakni mengandung Sang Putra dengan kuasa Roh Kudus. Anugerah tersebut, semakin sempurna dengan ketaatan yang senantiasa dihayatinya dalam hidup, kemauan untuk mengikuti kehendak Allah meskipun tidak mengerti. Namun Maria bertahan dalam imannya kepada Allah.Bunda Maria adalah teladan kerendahhatian sekaligus kemuridan sejati. Ia merupakan sosok hamba Allah yang dengan setia mendengarkan dan melaksanakan semua Firman Allah yang diterimanya.Maria bersedia digunakan Allah sebagai alat-Nya untuk mendatangkan Juru Selamat ke dunia. Maria menjadi sarana penggenapan nubuat para nabi sekaligus sarana datangnya keselamatan bagi seluruh umat manusia. Itu semua menjadi mungkin terjadi berkat kerendahhatian Maria.Allah telah memberkati Maria karena kerendahhatiannya. Yang menjadi sumber dan tujuan berkat itu adalah Putra yang dikandung dalam rahimnya. Menurut konsep bangsa Yahudi kuno, anak adalah yang membuat seorang ibu bisa menjadi terpandang atau terhormat. Kata kata berkat seperti yang diberikan kepada Maria juga pernah diterima Yael (Hak 4.24) dan Yudit (Ydt.13:18). Mereka mendapat berkat karena jasa mereka membebaskan bangsa Israel dari tekanan bangsa bangsa asing. Olek karena berkat Allah itu, Bunda Maria dipandang sebagai perempuan yang mengambil bagian secara aktif dalam pembebasan umat manusia melalui Juru Selamat yang dikandungnya. Untuk itulah Maria melantunkan madah pujian yang menonjolkan kuasa dan karya Allah dalam dirinya yang disebutnya sebagai yang hina.

Butir Permenungan

Pada hari ini yang menjadi pusat permenungan bukanlah kesuksesan Maria yang berhasil naik ke Surga, yang menjadi pusat perhatian justru kerendahhatian Bunda Maria. Berkat kerendahhatiannya, Allah berkenan memberi tempat yang layak bagi Maria di dalam Kerajaan Surga dengan mengangkatnya langsung dari dunia.Maria bersyukur dan memuji Allah karena sadar dan mengakui bahwa berkat Allah sungguh melimpahinya. Itulah wujud kerendahhatian Maria. Sikap tahu berterima kasih atas segala anugerah yang telah kita terima merupakan salah satu cara bagi kita untuk menumbuhkan kerendahhatian dalam diri kita.

Selamat beraktivitas di hari Minggu ini. Tuhan memberkati.


Siraman Rohani oleh Rm. Fredy Jehadin, SVD di Seminari Tinggi Bomana, Keuskupan Agung Port Moresby,

Comments

comments