Gereja Theresia

Renungan Pagi Kamis, 12 Oktober 2017

Renungan

Renungan Pagi Kamis, 12 Oktober 2017

Romo Fredy Jehadin, SVD

Renungan

Renungan Kamis 12 Oktober 2017
Oleh :  Albertus Joseph Noegroho

Injil hari ini Yesus bersabda “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Luk 11:9 ) Ada seorang pertapa muda mulai gelisah. Ia merasa belum mengalami banyak kemajuan dalam hidup rohani. Doanya hanya itu itu saja, seakan tidak pernah didengarkan Tuhan. Ia lalu datang kepada pertapa tua dan menceritakan semua pengalamannya. Pertapa tua itu dengan penuh kasih menyambut dan mendengarkan keluhan pertapa muda itu. Dengan bijaksana ia berkata: “Saudaraku, jangan gelisah, Bertahun tahun saya juga merasakan doa saya tidak seluruhnya dikabulkan Tuhan. Berdoalah dengan setia dan biarkanlah Tuhan yang mengerjakan semua. Dia tahu yang terbaik bagimu. “Resah, gelisah, cemas seringkali menyelimuti lubuk hati tiap insan. Ada perasaan bahwa doanya tiada arti, tanpa makna, kosong dan hambar. Inilah tantangan iman kita, tetap setia berkajang dalam doa, atau sebaliknya mudah putus asa.Tiap saat kita mengadakan komunikasi dengan Allah dalam doa. Yesus berharap agar kita tidak menyerah untuk mengetuk hati Allah. Tuhan tentu saja sudah mengetahui isi hati kita. Namun, kita tetap diharapkan untuk memohon sebagai tanda ketaatan kita kepada kehendak Allah.Meminta sesuai kehendak Allah adalah wujud doa yang benar. Bunda Maria juga taat kepada Allah, ” Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu ” (Luk 1:38). Pasrah dalam iman itu, bukanlah sikap pasif, melainkan aktif mencari kehendak Allah. Indah sekali janji Tuhan bagi jiwa kita yang merindukannya. Tak ada batasan bagi jiwa untuk selalu memohon kepada-Nya. Setiap saat, setiap waktu, setiap jiwa, boleh datang. Jiwa yang terbuka dan rendah hati akan mendapatkan tempat dihati Yesus.Rahmat Allah akan kita terima, jika kita memintanya dengan penuh iman. Apakah kita sudah berbuat demikian? Ataukah hanya duduk diam dan mengeluh, menggerutu, karena rahmat Allah tak kunjung hadir dalam diri kita? Kita kerap kurang sabar, kita ingin serba cepat termasuk dalam hal memohon kepada Tuhan. Cobalah menyerahkan segalanya kepada kemurahan Tuhan, Jika kita bersikap sabar, murni, bersih, percaya, pasrah, rendah hati dan setia dalam doa, niscaya Tuhan membuka hati-Nya dan mengabulkan doa doa kita..

Butir Permenungan

Kapan terakhir kalinya anda berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan ? Bagaimana caranya anda menyampaikan permohonan tersebut ? Apakah hanya sekedar mengatakan apa yang dikehendaki, lalu menunggu sampai Tuhan mengabulkannya ? Ataukah anda meminta dengan sangat (bahkan mendesak) agar Tuhan (segera) mengabulkannya ?Yesus mengajarkan “rahasia” sukses doa kepada para muridNya, Apa artinya? Sikap yang harus dimiliki dalam berdoa adalah ketekunan yang tidak tahu malu. Apa maksudnya ? Yesus mau agar kita berdoa tanpa henti hentinya kepada Bapa-Nya. Tidak cukup kita berdoa sekali dua kali dan selanjutnya membiarkan Tuhan “bekerja” mengabulkan doa kita, melainkan berdoalah terus menerus, siang dan malam dengan penuh kepercayaan. Belajarlah dari kisah seorang janda yang mendesak sang hakim untuk memenangkan perkaranya. Juga kisah Santa Monika, ibu Santo Agustinus. Tanpa bosan bosannya dia memohon kepada Tuhan agar anak anaknya menjadi seorang pengikut Kristus. Setelah puluhan tahun doanya dikabulkan oleh Tuhan.

Selamat beraktivitas di hari Kamis ini. Tuhan memberkati.


Siraman Rohani oleh Rm. Fredy Jehadin, SVD di Seminari Tinggi Bomana, Keuskupan Agung Port Moresby,

Comments

comments