Gereja Theresia

Renungan Pagi Jumat, 11 Agustus 2017

Renungan

Renungan Pagi Jumat, 11 Agustus 2017

Romo Fredy Jehadin, SVD

Renungan

Renungan Jumat 11 Agustus 2017
Oleh : Albertus Joseph Noegroho

Apabila kita lapar, maka wajarlah jika kita memikirkan makanan terhidang didepan kita. Atau sedang ditimpa kesusahan, problem rumah tangga, kita berharap semua segera berlalu. Mungkin jika kita sakit, maka kita berharap cepat sembuh. Jika kita stres, digosipkan, diancam, maka kita berharap semua segera reda. Atau terlilit banyak utang, maka kita sering berpikir dapat rejeki nomplok.Begitu pula ketika kita memikirkan tentang Yesus, kerapkali kita memahami Yesus yang bukan Yesus sesungguhnya. Hari ini Yesus secara jelas dan terang benderang mengatakan soal itu. Setelah Dia mengatakan soal diri-Nya yang harus menderita,Yesus lalu membeberkan syarat syarat bagi kita yang mau mengikuti Dia. Ternyata bukan sesuatu yang menyenangkan, tetapi suatu syarat yang sangat berat. “… ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku ” (Mat 16:24)Persyaratan mengikuti Yesus selalu terasa berat karena kita kerap berhenti pada keharusan menyangkal diri dan kewajiban memikul salib. Kita lupa akan syarat terakhir “…. dan mengikuti Aku” Mengikuti Yesus merupakan kekuatan kita satu satunya. Tanpa Dia kita tidak akan mampu menjalani hidup ini dengan bahagia. Bukankah dalam hidup ini kita dihadapkan dengan peraturan dan hukum. Apapun kata orang bahwa peraturan dan hukum itu untuk membahagiakan manusia tetapi selalu saja sifatnya mengatur, yang membuat kita tidak bebas dan menghukum, yang membuat kita sakit, trauma bahkan menyimpan dendam.

Butir Permenungan

Mengikuti Yesus itu berarti kita ;Pertama,sudah memiliki teladan sempurna bagaimana menghadapi hidup dengan bahagia meski banyak tantangan dan derita.Kedua,kita mendapat kekuatan dart-Nya karena Dia adalah Tuhan kita. Dan Yesus itu sungguh mahabelas kasih yang ingin membebaskan kita dari belenggu dosa, dosa yang membawa kita cenderung memikirkan diri sendiri dan membuat derita orang lain.Betapa bahagianya jikalau suami istri hidup mengikuti Yesus. Sungguh damainya jika diantara saudara, kakak, adik juga mengikuti Yesus. Betapa indahnya hidup membiara apabila masing masing anggota mengikuti Yesus. Karena ketika kita kreatif yang lain mendukung, Ketika kita putus asa, yang lain menyemangati Ketika kita jatuh dalam kesalahan dan dosa, yang lain selalu mencintai dengan mengampuni.

Selamat beraktivitas di hari Jumat ini. Tuhan memberkati.


Siraman Rohani oleh Rm. Fredy Jehadin, SVD di Seminari Tinggi Bomana, Keuskupan Agung Port Moresby,

Comments

comments