Gereja Theresia

Doa Tahun Pelayanan

Bapa kami di surga, kami bersyukur karena Kau pilih kami
untuk hidup bersaudara,
saling berbagi dan melayani.

PutraMu Yesus Kristus bersedia mengambil rupa seorang hamba.
Cinta kasih-Nya agung dan mulia.
Ia rela wafat di kayu salib
untuk melayani keselamatan umat manusia.

Bimbinglah kami dengan Roh KudusMu agar kami bertekun mewujudkan ajaran-Nya:
supaya kami lebih suka melayani, bukan dilayani;
supaya kami berbelarasa bagi yang menderita;
supaya kami melayani dengan tulus dan gembira

Tuntunlah kami agar mampu berbagi harta, talenta, waktu dan tenaga,
untuk mewujudkan pelayanan penuh kasih
bagi sesama yang lemah, kecil, miskin, dan tersisih.

Bunda Maria, Bunda kami, doakanlah kami agar makin mampu melayani,
diresapi semangat pelayanan PutraMu sendiri.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Sesuai dengan dinamika pastoral Keuskupan Agung Jakarta yang sudah direncanakan, kita semua akan menjalani tahun 2014 sebagai Tahun Pelayanan. Dengan sengaja Tahun Pelayanan dimulai pada Hari Raya Penampakan Tuhan. Semakin banyak dan kreatif bentuk-bentuk pelayanan yang kita lakukan, akan semakin tampak pula wajah Allah Sang Kasih. Adapun tema yang telah ditetapkan adalah Dipilih Untuk Melayani.

Tema ini bisa dibaca dalam dua konteks. Dalam konteks gerejawi, memilih dan melayani adalah dua kata yang amat dekat dengan jatidiri kita sebagai murid-murid Kristus. Sementara dalam konteks tahun politik, tema itu bisa dikaitkan dengan pemilu legislatif dan pemilu presiden-wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 ini.

Harapannya agar para tokoh yang akan terpilih dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden benar-benar melayani demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pada waktunya Konferensi Waligereja Indonesia akan mengeluarkan Surat Gembala yang berkaitan dengan tahun politik ini.

Tahun Pelayanan tidak bisa dipisahkan dari Tahun Iman dan Tahun Persaudaraan yang sudah kita jalani. Iman yang sejati akan berbuah persaudaraan. Belum atau kurang adanya persaudaraan merupakan tanda bahwa iman belumlah kuat dan mendalam. Selanjutnya persaudaraan yang sejati akan berbuah pelayanan yang tulus dan gembira.

Iman yang sejati akan berbuah persaudaraan.

Persaudaraan yang tidak atau belum berbuah pelayanan kasih barulah egoisme dalam bentuk yang terselubung. Sementara itu pelayanan mempunyai isi dan pengertian yang amat kaya. Setiap usaha untuk semakin memuliakan martabat manusia, mewujudkan kesejahteraan umum, mengembangkan solidaritas, memberi perhatian lebih kepada saudari-saudara kita yang kurang beruntung dan melestarikan keutuhan ciptaan adalah pelayanan.

Bentuk-bentuk pelayanan itu dapat kita temukan bersama kalau setiap kali kita bertanya, “Apa yang harus kita lakukan, agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi dan dengan sendirinya semakin Kristiani pula?” Pertanyaan sama yang diajukan oleh komunitas yang hidup dalam konteks yang berbeda, dengan mudah akan membuahkan jawaban yang berbeda pula. Dengan demikian kreativitas pelayanan akan berkembang pula.

Semoga dengan kreativitas pelayanan yang kita usahakan bersama, wajah Gereja Yang Melayani akan menjadi semakin nyata di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang kita cintai ini. Antara lain dalam rangka menghadirkan wajah Gereja Yang Melayani itu pulalah, pada awal tahun 2014 ini diberlakukan Pedoman Dasar Dewan Paroki baru untuk semua paroki di Keuskupan Agung Jakarta.

Dikutip dari: Surat Gembala Tahun Pelayanan 2014, Keuskupan Agung Jakarta, 1 Januari 2014

Comments

comments